Sabtu, 14 November 2015

Keteguhan dalam Iman



Iman merupakan tingkatan kepercayan yang tumbuh pada seseorang kepada Tuhan. Iman melekat pada diri seorang manusia sejak lahir. Akan tetapi, semua orang tidak memiliki iman yang sama. Seiring bertumbuh dan berkembangnya manusia mereka akan mengenal lingkungannya dan menjadikan pengalaman yang dimilikinya untuk bekal dikemudian hari. Tidak semua lingkungan itu baik dan tidak semua lingkungan itu buruk. Berbagai banyak hal terjadi disekeliling kita tanpa kita sadari. Oleh karena itu, agama memiliki peran untuk memberi pedoman kepada jalan hidup kita agar tidak tersesat selalu menolong kita agar selalu dijalanNya. Tuhan tidak menginginkan kita menyembahnya secara berlebihan. Dengan iman yang kita miliki kita dapat hidup dengan damai memberikan cinta dan kasih. 

Pada saat krisis dan penuh akan tantangan, beberapa orang memilih untuk meninggalkan iman justru pada saat iman itu paling perlu dipeluk. Doa-doa diabaikan pada saat doa perlu ditingkatkan. Kebajikan disingkirkan saat kebajikan itu perlu dijunjung. Allah ditinggalkan dalam ketakutan yang terlalu manusiawi namun keliru bahwa Dia telah meninggalkan kita..


Maka, mengukuhkan hati yang senantiasa berbolak-balik membutuhkan usaha keras, agar hati tetap teguh dalam keimanan. 
  • Senantiasalah berdoa kepada Tuhan kita 
  • Meyakini pertolongan Allah
  • Merenungi nikmatnya surga 
  • Mencintai kedamaian hidup


Sewaktu iman mengalir, kita menjadi selaras tenang dan damai. Pikiran kita diterangi,  rohani dan hati kita tersentuh.
Iman menyulut pengharapan. Perspektif kita menjadi berubah; pandangan kita menjadi lebih jelas. Kita mulai mencari yang terbaik, bukan yang terburuk, dalam kehidupan kita dan orang lain. Kita memperoleh perasaan yang lebih dalam, mengenai tujuan dan makna kehidupan. Keteguhan hati tidak datang secara instan. Ini merupakan sesuatu yang harus terus kita latih agar terus bertumbuh lebih baik dari hari ke hari, terus membangun hubungan dengan Tuhan, memiliki iman yang diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata.

3 komentar: