Kamis, 19 November 2015

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA



Indonesia terdiri beberapa pulau, beribu macam budaya, suku, dan agama. Perbedaan atau kebhinekaan Nusantara tidaklah diciptakan dalam satu waktu saja. Proses perjalanan manusia di muka bumi Indonesia dengan wilayah yang luas menciptakan keberagaman suku dan etnis manusia. Maka lahir pula sekian puluh kepercayaan dan agama yang berkembang di setiap suku -suku di Indonesia. Terdapat lima agama yang berkembang di Indonesia dan salah satunya dapat kita pilih. Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha manakah yang akan kita pilih? Semua terserah kepada keyakinan masing-masing. Karena kepercayaan datang dalam diri kita sendiri sehingga kita memiliki hak untuk menentukannya sesuai dengan diri kita. Akan tetapi, perbedaan agama antara umat manusia tidaklah dijadikan penghalang untuk tetap bergaul dengan mereka dan mengasihi satu sama lain. Kita diciptakan untuk saling melengkapi dan saling bahu-membahu kehidupan di dunia. Agama yang ada tidak pernah memberikan pedoman untuk saling berbuat jahat. Lalu, mengapa di luar sana masih banyak sekali keributan yang terjadi antara satu umat dengan umat yang lain. Untuk apa hal itu terjadi? Manusia tidak akan merasakan kedamaian dalam dirinya jika terus menimbulkan konflik. Akan lebih indah apabila kita saling menghormati dan menciptakan suatu pertemanan dengan yang lain.

Kerukunan umat beragama adalah suatu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama. Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama. Lalu, adakah pentingnya kerukunan umat beragama di Indonesia? Agar kerukunan dapat selalu terjaga kita dapat menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. Dalam kehidupan masyarakat sikap toleransi ini harus tetap dibina, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah antara satu sama lain.
.

 Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

  • Menjunjung tinggi rasa toleransi kita antar umat beragama
  • Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Selalu berbicara dengan halus dan tidak menyakitkan hati. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.
  • Apabila terjadi suatu masalah yang menyangkut agama, selesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah tanpa harus saling menyalahkan. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak manapun.
  • Selalu siap untuk membantu sesama saat mereka membutuhkan bantuan.
Bersikap toleran merupakan solusi terpenting agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud interaksi sosial. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik, bahwa agama kita sendiri saja yang paling benar, maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam memberikan pandangan yang optimis.

Sabtu, 14 November 2015

Keteguhan dalam Iman



Iman merupakan tingkatan kepercayan yang tumbuh pada seseorang kepada Tuhan. Iman melekat pada diri seorang manusia sejak lahir. Akan tetapi, semua orang tidak memiliki iman yang sama. Seiring bertumbuh dan berkembangnya manusia mereka akan mengenal lingkungannya dan menjadikan pengalaman yang dimilikinya untuk bekal dikemudian hari. Tidak semua lingkungan itu baik dan tidak semua lingkungan itu buruk. Berbagai banyak hal terjadi disekeliling kita tanpa kita sadari. Oleh karena itu, agama memiliki peran untuk memberi pedoman kepada jalan hidup kita agar tidak tersesat selalu menolong kita agar selalu dijalanNya. Tuhan tidak menginginkan kita menyembahnya secara berlebihan. Dengan iman yang kita miliki kita dapat hidup dengan damai memberikan cinta dan kasih. 

Pada saat krisis dan penuh akan tantangan, beberapa orang memilih untuk meninggalkan iman justru pada saat iman itu paling perlu dipeluk. Doa-doa diabaikan pada saat doa perlu ditingkatkan. Kebajikan disingkirkan saat kebajikan itu perlu dijunjung. Allah ditinggalkan dalam ketakutan yang terlalu manusiawi namun keliru bahwa Dia telah meninggalkan kita..


Maka, mengukuhkan hati yang senantiasa berbolak-balik membutuhkan usaha keras, agar hati tetap teguh dalam keimanan. 
  • Senantiasalah berdoa kepada Tuhan kita 
  • Meyakini pertolongan Allah
  • Merenungi nikmatnya surga 
  • Mencintai kedamaian hidup


Sewaktu iman mengalir, kita menjadi selaras tenang dan damai. Pikiran kita diterangi,  rohani dan hati kita tersentuh.
Iman menyulut pengharapan. Perspektif kita menjadi berubah; pandangan kita menjadi lebih jelas. Kita mulai mencari yang terbaik, bukan yang terburuk, dalam kehidupan kita dan orang lain. Kita memperoleh perasaan yang lebih dalam, mengenai tujuan dan makna kehidupan. Keteguhan hati tidak datang secara instan. Ini merupakan sesuatu yang harus terus kita latih agar terus bertumbuh lebih baik dari hari ke hari, terus membangun hubungan dengan Tuhan, memiliki iman yang diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata.